Prospek Dan Tantangan Sektor Properti Di Tahun Ini, Lebih Cerah?

By | January 24, 2020

Bidang property diproyeksikan jadi bidang yang cukup menjanjikan di selama 2020. Ini karena terdapatnya kebijaksanaan penurunan suku bunga referensi serta rendahnya rasio Loan To Value (LTV). Tetapi, ada rintangan yang harus ditemui, khususnya dari bagian pengembang yang perlu benar-benar dilihat.

Pasalnya pemerintah sudah menerbitkan ketentuan baru, yaitu Ketentuan Menteri PUPR nomo 11 tahun 2019 mengenai Kesepakatan Pendahuluan Jual Beli atau Kesepakatan Pengikatan Jual Beli (PPJB). Arti dari kebijaksanaan ketentuan itu ialah pemberian sangsi denda pada pengembang yang telat serah terima kunci sesuai dengan kesepakatan.

Jadi info pada semester II/2019, Bank Indonesia benar-benar santer turunkan BI 7 Days Reverse Repo Rate sampai 100 basis point (bps). Suku Bunga Referensi juga sekarang tertera ada pada level 5%. Disamping itu pemerintah juga memberi kelonggaran LTV buat konsumen rumah pertama serta memangkas pajak barang eksklusif di atas Rp30 miliar.

Hasil analisa Team Analis Sinarmas Sekuritas mengaitkan jika kebijaksanaan itu bisa menggerakkan perkembangan penjualan marketing di bidang property buat pengembang besar. Intinya buat pengembang yang mengarah langsung konsumen akhir.

Selain itu, team analis Kresna Sekuritas mengatakan jika pengembang yang mempunyai eksposur tinggi di bidang apartemen sedikit akan kerepotan. Ini dikarenakan adanya ketentuan baru berkaitan dengan Penerbitan Standard Akuntansi Keuangan (PSAK) baru yaitu PSAK no 72.

Keadaan itu berefek pada perlambatan penghasilan pengembang. Karena hak itu memerlukan waktu di antara 12-24 bulan untuk serah terima kunci.

Sesaat untuk 2020, PT intiland Development Tbk. (DILD) memproyeksikan keadaan pasar property tahun ini belum alami perkembangan dengan signfikan. Direktur Pengendalian Modal serta Investasi Intiland Archied Noto Pradono menjelaskan akan memercayakan penjualan dari proyek-proyek berjalan atau peluncuran beberapa project baru.

“Kontributor marketing sales tahun 2020 kami bidik datang dari peluncuran proyek-proyek baru, seperti Pinang Apartemen pada Oktober 2020,” kata Archied.

Archied menerangkan tidak hanya konsentrasi lakukan peningkatan proyek-proyek residensial, perseroan tahun ini lakukan ekspansi di fragmen peningkatan lokasi industri. Perseroan pada tahun 2020 merencanakan mengawali ruang peningkatan step pertama. Mengawali project lokasi industri baru yang berada di Jawa Tengah seluas keseluruhan 287 hektar serta ruang peningkatan baru di Ngoro Industrial Park, Mojokerto, Jawa Timur.

Baca Juga:

“Prospek peningkatan lokasi industri di Indonesia benar-benar baik. Project peningkatan lokasi industri baru ini memiliki kekuatan benar-benar positif sebab tempatnya strategis, dekat sama jalan tol, serta pembangkit tenaga listrik, dan di dukung oleh gaji tenaga kerja yang lebih bersaing,” jelas Archied.

Selain itu, pengembang yang lain seperti PT Agung Podomoro Land Tbk. pilih untuk mengubah ide residensial yang lebih mempunyai potensi menggerakkan penjualan. Sekretaris perusahaan Agung Podomoro Land (APL) Justini menjelaskan perseroan akan lakukan rekonsilasi untuk project mix-used perusahaan di Bogor. Setelah itu APL akan mengubah ide mix-used jadi ruang residensial.

“Tadinya kami akan membuat apartemen sampai 25 menara, tetapi kelihatannya akan berubah ke rumah tapak. Pasar dengan generasi millennial telah beralih dengan keperluan rumah yang lebih sederhana serta murah,” tuturnya.

Disamping itu, pembangunan project residensial menelan ongkos yang sedikit serta memerlukan waktu relatif bertambah cepat. Dengan begitu pembukuan yang dapat dicatat lebih baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *