Fakta Seputar Rencana Pemindahan Ibu Kota RI

Rencana hijrah ibu kota Indonesia ke Kalimantan sedang menjadi pengumuman terhangat pekan ini. Dalam pidatonya minggu lalu di hadapan DPR, Penaklukan Joko Widodo bahkan telah menempuh izin perlu set dewan agar bisa mengeksekusi rencananya ini.

Meski sampai saat ini belum ada letak Tentunya namun kajian telah menumpuk dan dipertimbangkan dengan matang. Berembuk di Istana kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Presiden menjelaskan bakal terburu-buru mengumumkan Ibu Kota baru pada saat yang tepat.

Bakal kita umumkan pada waktunya,” tegas Jokowi.CNBC Indonesia mendemonstrasikan meringkas fakta-fakta sekitar pemberitahuan perbaikan ibu kota ini;

1. Apa alasan Jokowi ingin pindah Ibu Kota?
Diungkap oleh Menteri Ancang-ancang Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro, keinginan pindah kota perlu di luar Jawa karena pulau ini dinilai finis terlalu lelah.

“Alasan pertama, karena Jawa tamam lelah. Lebih dari sebanyak rakyat Indonesia terkonsentrasi di pulau Jawa yang luasnya lebih kecil dibandingkan Papua, Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi,” kata Bambang, beberapa waktu lalu.

Kunjungi juga : contoh opini

Kepadatan bangsa di Jawa, sambung Bambang, asalkan terus berlanjut maka tak dapat ada sedang ruang yang tersisa di pulau Tercantum Terpenting dari sisi ketersediaan air bersih dan pangan.

Apalagi di Jakarta, dengan segala masalah yang hadir yaitu Terhambat banjir, lahan, serta masalah air. Hitungan Penguasaan kecelakaan yang ditimbulkan akibat tertahan bisa menggabai Rp 100 triliun dan 50% wilayah Jakarta masuk type rawan banjir.

2. Berapa Bayaran Penukaran Ibu Kota?
Nah untuk pembiayaan, Bambang menguraikan ada dua Skenario Jalan cerita pertama dengan nilai Rp 466 triliun, padahal jalan cerita kedua Rp 323 triliun

Pembiayaan itu bakal awal dari empat pihak, adalah APBN, BUMN, KPBU, dan swasta. Menurut dia, APBN dapat difokuskan untuk infrastruktur pelayanan dasar hingga pembangunan Istana Negara.

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memberi pengarahan aset-aset negara di Jakarta nantinya akan diperlukan untuk pembiayaan ibu kota baru di Kalimantan, tak semuanya Dipasarkan tapi ada skema lain seperti sewa atau kerja sama pembedahan atau lainnya.

“Pemanfaatan harta negara bisa dengan berbagai macam, ada yang dengan sewa, kerja sama pemanfaatan, KSO, atau BOT. Ada berbagai modalitas untuk bisa memanfaatkan aset tanpa Dijual Menjual bisa menjadi satu Pengganti bisa dengan tukar guling atau transfer warisan itu ke pihak lain,” kata Direktur Jenderal Dana Negara Kementerian Keuangan Isa Rachmatarwata, terhadap CNBC Indonesia

Leave a Reply