Waktu Operasional Kendaraan Berat Jalan Penting Pasir Panjang

Untuk jamin keselamatan, keteraturan, kelancaran, serta keamanan lalulintas, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) pada akhirnya lakukan penetapan operasional angkutan barang di Kota Pangkalan Bun.

Penetapan operasional angkutan barang itu, dituangkan dalam Surat Edaran (SE), nomer 550/840/DISHUB-LLA mengenai penataan operasional angkutan barang di Kota Pangkalan Bun, tertanggal 20 Agustus 2019. Surat Edaran dengan karakter mengikat itu diperuntukkan pada semua operator serta entrepreneur angkutan barang.

Menurut Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kotawaringin Barat, Hermon F Lion, Surat Edaran yang dikeluarkan oleh pemerintah kabupaten itu telah lewat alasan yang masak. Proses pengeluaran surat itu lewat seringkali rapat pengaturan yang menyertakan semua stake holder, terhitung beberapa aktor usaha angkutan.

“Pertama kita ulas dalam rapat internal, kemudian draf rapat kembali kita bawa serta serta dikerjakan rapat pengaturan kelanjutan dengan Bupati untuk pematangan. Seterusnya kembali dirapatkan untuk mengulas bagaimana penerapan dan tingkatan publikasinya,” papar Hermon, Selasa (20/8).

Dia menerangkan hal – hal berkaitan yang terkait dengan penetapan angkutan barang ialah kendaraan angkutan barang dengan muatan dilarang masuk kota Pangkalan Bun, mulai jam 04.00 WIB s/d jam 22.00 WIB.

Baca Juga : berat jenis baja

Mengenai larangan yang disebut ialah untuk type kendaraan angkutan barang dengan JJB lebih dari 12.000 kg, kendaraan angkutan barang MST dengan berat lebih dari 8000 kg, serta kendaraan angkutan barang dengan lebar lebih dari 2.100 milimeter.
Larangan lewat buat angkutan barang itu tidak berlaku buat kendaraan pengangkut BBM serta BBG, kendaraan pengangkut bahan bangunan project untuk kebutuhan pembangunan di Kobar.

“Dan kendaraan pengangkut barang untuk rumah sakit, serta kendaraan pengangkut barang yang berbentuk genting,” terangnya.
Kendaraan angkutan berat dibolehkan operasional mulai 22.00 WIB s/d jam 04.00 dengan melalui rute Jalan Jenderal Ahmad Yani – Jalan Natai Instruksi – Jalan Pasanah – Jalan Malijo – Jalan Iskandar – Jalan Penting Pasir Panjang – Jalan Pramuka – Jalan Ahmad Wongso – Jalan Riwut II, serta Jalan Jenderal Sudirman.

Sesaat untuk arah Kumai, yakni Jalan Bendahara, Jalan Gerilya, Jalan Pemuda – Jalan Padat Karya II – Jalan Panglima Utar – Jalan Bundaran Kumai – Jalan Penting Pasir Panjang – Jalan Bundaran Pancasila – Jalan Malijo – serta Jalan Natai Instruksi.
Hermon memperjelas, buat angkutan barang dari arah Sampit karena itu batas masuknya ialah Bundaran Pangkalan Lima, serta untuk batas masuk kota dari arah Pangkalan Bun dari arah Kumai, ialah tempat terminal bongkar muat.

Diluar itu, pada beberapa operator serta aktor usaha angkutan barang supaya memakai kendaraan yang laik jalan serta sesuai peruntukkannya.
“Agar kebijaksanaan itu bisa berjalan secara baik serta dipatuhi bersama dengan, karena itu sesudah tingkatan publikasi itu, team akan lakukan pengawasan di lapangan,” ujarnya

Leave a Reply