Pasang Portal Untuk Konstruksi Beton Jalur Cikalong-Cilamaya Yang Rusak Berat

Bupati Karawang, Cellica Nurrachadiana, menyuruh Dinas Perhubungan serta Dinas Pekerjaan Umum serta Perumahan Rakyat (PUPR) untuk pemasang portal di jalan raya Cikalong Cilamaya, Kecamatan Jatisari. Hal tersebut dikerjakan agat truk angkutan dengan tonase berlebihan tidak dapat melewati jalan punya kabupaten itu.

“Hasil pelajari kami, jalan ini rusak karena seringkali dilewati truk dengan tonase berlebihan,” kata Kadishub Karawang Arief Arif di Cilamaya, Kamis 4 Oktober 2018.

Disebut , sekarang ini di Kecamatan Cilamaya Wetan, sedang ada pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG). Dalam satu hari jalan itu dilintasi 77 truk pengangkut tanah urug.

Arief mengutarakan, Bupati geram lihat jalan Cikalong – Cilamaya yang rusak karena seringkali dilalui truk besar itu. Saat dilihat nyatanya truk – truk itu dari konsorsium PLTGU Jawa-1, yaitu Pertamina-Marubeni-Sojitz yang melakukan pembangunan di Cilamaya.

“Kami kalkulasi ada 7 ribu rit truk pengakut tanah dalam tiga bulan paling akhir ini,” sebut Arief.

 

Artikel Lainnya : menghitung berat besi

 

Supaya truk itu tidak dapat lewat, faksi Dishub menempatkan portal di seputar Pertigaan Cikalong, Jatisari, Kamis petang 3 Oktober 2018. Seterusnya petugas Dishub akan jaga portal itu 24 jam, dengan bergiliran.

Konstruksi beton rusak karena beban berat

Selain itu, Kepala Dinas PUPR Karawang Acep Jamhuri mengutarakan, faksinya pernah melakukan perbaikan jalan Cikalong – Cilamaya itu dengan konstruksi rigit beton habiskan seputar Rp 15 miliar. Tetapi, kata Acep cuma beberapa waktu, sekarang jalan telah kembali rusak karena entrepreneur mengangkat barang sampai belasan ton. Walau sebenarnya potensi jalan cuma delapan ton muatan sumbu paling berat.

Acep mengestimasi, pemda Karawang dapat mengirit dana beberapa ratus miliar dana perbaikan dengan menempatkan portal besi di beberapa jalan. Dengan tidak dilalui truk bermuatan melewati kemampuan, keadaan jalan direncanakan akan dapat bertahan lebih dari lima tahun.

Acep menerangkan pemicu kehancuran jalan ialah jumlahnya angkutan yang bawa muatan melewati potensi jalan. Sesuai dengan keadaan di lapangan, jalan di Cilamaya adalah jalan kelas 3, yaitu jalan yang cuma memiliki optimal delapan muatan sumbu paling berat.

“Sepanjang masih ada truk lewat dengan muatan melewati potensi jalan karena itu jalan akan cepat rusak berat. Seluruh pihak harus ingin perduli serta mengerti keadaan ini dengan saling taati ketentuan,” papar Acep.

Leave a Reply